Harta Lain-lain

  1. Saham dan Obligasi
    Pada hakekatnya baik saham maupun obligasi (juga sertifikat Bank) merupakan suatu bentuk penyimpanan harta yang potensial berkembang. Oleh karenannya masuk ke dalam kategori harta yang wajib dizakati, apabila telah mencapai nishabnya. Zakatnya sebesar 2.5% dari nilai kumulatif riil bukan nilai nominal yang tertulis pada saham atau obligasi tersebut, dan zakat itu dibayarkan setiap tahun.

    Contoh:

    Nyonya Salamah memiliki 500.000 lembar saham PT. ABDI ILAHI, harga nominal Rp.5.000/Lembar. Pada akhir tahun buku tiap lembar mendapat deviden Rp.300,-

    Total jumlah harta(saham) = 500.000 x Rp.5.300,- = Rp.2.650.000.000,-

    Zakat = 2.5% x Rp. 2.650.000.000,- = Rp. 66.750.000,-

     
  2. Undian dan kuis berhadiah
    Harta yang diperoleh dari hasil undian atau kuis berhadiah merupakan salah satu sebab dari kepemilikan harta yang diidentikkan dengan harta temuan (rikaz). Oleh sebab itu jika hasil tersebut memenuhi kriteria zakat, maa wajib dizakati sebasar 20% (1/5)

    Contoh:

    Fitri memenangkan kuis berhadiah TEBAK OLIMPIADE berupa mobil sedan seharga Rp.52.000.000,- dengan pajak undian 20% ditanggung pemenang.

    Harta Fitri = Rp.52.000.000,- -Rp.10.400.000,- = Rp.41.600.000,-

    Zakat = 20% x Rp.41.600.000,- = RP.8.320.000,-

     
  3. Hasil penjualan rumah (properti) atau penggusuran
    Harta yang diperoleh dari hasil penjualan rumah (properti) atau penggusuran, dapat dikategorikan dalam dua macam:
    1. Penjualan rumah yang disebabkan karena kebutuhan, termasuk penggusuran secara terpaksa , maka hasil penjualan (penggusurannya) lebih dulu dipergunakan untuk memenuhi apa yang dibutuhkannya. Apabila hasil penjualan (penggusuran) dikurangi harta yang dibutuhkan jumlahnya masih melampaui nishab maka ia berkewajiban zakat sebesar 2.5% dari kelebihan harta tersebut.

      Contoh:

      Pak Ahmad terpaksa menjual rumah dan pekarangannya yang terletak di sebuah jalan protokol, di Jakarta, sebab ia tak mampu membayar pajaknya. Dari hasil penjualan Rp.150.000.000,- ia bermaksud untuk membangun rumah di pinggiran kota dan diperkirakan akan menghabiskan anggaran Rp.90.000.000,- selebihnya akan ditabung untuk bekal hari tua.

      Zakat = 2.5% x (Rp.150.000.000,- – Rp.90.000.000,-)

      = Rp.1.500.000,-

       
    2. Penjualan rumah (properti) yang tidak didasarkan pada kebutuhan maka ia wajib membayar zakat sebesar 2.5% dari hasil penjualannya.

sumber :
Al Faridy, Hasan Rifa’i, Drs.,Panduan Zakat Praktis

Tuntunan Zakat

REKENING Donasi

700-33-465-38
a.n Yayasan Harapan Dhuafa

10000080801
Cab. Serang

0012306644100
Cab. Serang


7016539818
an. LAZ HARFA Pandeglang

5410-14-1606
a.n. Mulyadi

702-3341-12-930
Cab. Serang

Kantor Pusat

Jl. Ciwaru Raya, Pondok Citra 1 No. 1B Kota Serang Banten
Telp/Fax: (0254) 200825

Cab. Pandeglang

Jl. Rangkasbitung KM. 3 Kp.Sabitangtu RT. 06/02 Ds. Bangkonol Kec. Koroncong Pandeglang
Telp. (0253) 5501222
HP. 081316312900

Cabang Lebak

BBK Pertanian RT01/03 Narimbang Mulya Kec. Rangkasbitung Lebak
HP. 081586545411

Cabang Cilegon

Jl. Komplek PCI Blok C22 No. 18 RT 04/05 Kec. Cibeber Kota Cilegon
Telp. 0254 387387 HP. 087871561233